UII Ingin Wujudkan Sebagai Universitas Tangguh Bencana

Info Kampus  
Sekuriti UII mendapat pelatihan dan simulasi memadamkan kebakaran di Kampus UII Yogyakarta, Jumat (10/6/2022). (foto : heri purwata)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Universitas Islam Indonesia (UII) ingin mewujudkan sebagai perguruan tinggi tangguh bencana. Upaya ini diawali dengan langkah-langkah Simpul Pemberdayaan Masyarakat untuk Ketangguhan Bencana (SPMKB) UII.

Kegiatan pertama, memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) pada 26 April 2022 lalu. Pada peringatan HKBN, SPMKB UII melakukan sosialisasi tanda ada bencana dengan membunyikan sirine, lonceng, dan kentongan. Kegiatan kedua, memberikan pelatihan dan simulasi kepada penanggung jawab dan sekuriti gedung untuk mengatasi bencana kebakaran di kampus-kampus UII, Jumat (10/6/2022).

BACA JUGA : SPMKB UII dan FPT PRB Edukasi Keluarga agar Tangguh Bencana

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Kami sadar untuk memajukan atau menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan UII ini penting. Karena UII dan Indonesia pada umumnya, rawan bencana. Banyak bencana yang mungkin terjadi dan kapan pun. Salah satunya bencana kebakaran. Bencana bisa terjadi karena akibat bencana lainnya yaitu gempa bumi," kata Dr Dwi Handayani, ST, MSc, Kepala Divisi Pendidikan Lanjut/Lembaga Sertifikasi Profesi SPMKB UII.

Setelah mengikuti pelatihan dan simulasi, kata Dwi Handayani, penanggung jawab dan sekuriti gedung akan semakin sadar, memiliki knowledge dan skill dalam menanggulangi bencana kebakaran. Mereka yang telah mendapat pelatihan diharapkan dapat menularkan pengetahuan kepada teman satu kerja yang tidak mengikuti pelatihan.

Sedang Dr Yulianto Purwono Prihatmaji ST, MT, IAI, Anggota SPMKB yang juga Ketua Program Studi Arsitektur S1 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII mengatakan program pelatihan dan simulasi ini merupakan rangkaian dari Erasmus Building Universities in Leading Disaster resilience (BUiLD). Kerjasama tujuh perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa.

BACA JUGA : Perguruan Tinggi tak Boleh Gadaikan Idealisme

"Ada dua hal yang akan kita dapatkan dari pelatihan ini. Pertama, peringatan tentang kebencanaan. Ini memang harus kita ingat-ingat terus, sebab bencana tidak bisa kita prediksi, baik waktu, jenis, dan korbannya. Tetapi kesiapsiagaan bencana ini yang harus kita siagakan," kata Prihatmaji.

Mentor dari Hasamindo Fire menjelaskan teknik dan peralatan kebakaran yang efektif untuk memadamkan api. (foto: heri purwata)

Kedua, tambah Prihatmaji, mengingatkan Indonesia memiliki beragam bencana, resiko itu menjadi bahasan penting. Ancaman bencana terhadap Indonesia itu beragam sekal. Sehingga Indonesia bisa menjadi pusat belajar bencana atau living laboratory, baik kebakaran asap, erupsi gunung berapi, banjir dan lain-lain.

Kebencanaan ini, kata Prihatmaji, juga akan dimasukkan kedalam kurikulum perguruan tinggi. UII memiliki delapan fakultas, karena itu akan dipikirkan bagaimana kesiapsiagaan bencana ini masuk mata kuliah bagi mahasiswa.

"Sehingga dengan Catur Dharma di UII yaitu pengajaran, riset, pengabdian masyarakat dan dakwah Islamiyah. Selain itu, kita akan mengelaborasi ketangguhan bencana dalam kurikulum," tandas Prihatmaji.

Materi yang diajarkan diajarkan kepada mahasiswa meliputi managemen resiko kebencanaan. "Kalau masuk di FTSP kita memiliki Magister Rekayasa Kebencanaan yang terkait dengan beberapa hal seperti green building, ketangguhan bangunan, dan lain-lain," jelas Prihatmaji.

BACA JUGA : UII Kukuhkan Dua Guru Besar, Fathul Wahid dan Budi Agus Riswandi

Sementara Ir Wiryono Raharjo MArch, PhD, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan mengatakan tujuan pelatihan dan simulasi mengatasi bencana ini untuk mengembangkan universitas tangguh bencana. "Programnya beragam. Saat ini sedang kita kemas, termasuk di antaranya pengembangan kurikulum di beberapa program studi (Prodi). Sehingga kebencanaan menjadi salah satu elemen dari kurikulum," kata Wiryono.

Dijelaskan Wiryono, pelatihan dan simulasi pernah dilakukan, tetapi tidak dilaksanakan secara reguler. Mulai dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) UII ingin memaknainya dan akan menjadikan sebuah gerakan yang reguler.

"Kita sadar di UII sendiri urusan yang berkaitan dengan Kesiapsiagaan Bencana masih perlu banyak dikoreksi. Sistem yang ada di UII belum sepenuhnya siap. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk perbaikan," tandas Wiryono. (*)

BACA JUGA : Milad 40, Teknik Industri FTI UII Gelar Webinar dan Bhakti Sosial

Peserta mendapat pelatihan memadamkan api dengan berbagai alat kebakaran sehingga mereka mengetahui alat kebakaran paling efektif memadamkan api. (foto : heri purwata)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Berita Terkait

Image

Persiapan Hanya 11 Hari, Mahasiswa UII Raih Medali Perak di INDES 2022, Ini Rahasianya

Image

Konsorsium Delapan Universitas Berhasil Bentuk Perkumpulan Masyarakat Tangguh Tanggap Bencana

Image

Metode TRIZ Mempercepat Terciptanya Wirausaha Mahasiswa, Ini Faktanya

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image