FTI UII Bantu Insenerator Ramah Lingkungan kepada Desa Girirejo

Teknologi  
Cholila Tamzysi memperlihatkan Insenerator Ramah Lingkungan yang sedang diujicoba di Kampus FTI UII sebelum diserahkan ke Desa Girirejo, Ngablak, Magelang. (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah untuk mengatasi sampah. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberi bimbingan mengolah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Girirejo.

Sampah bagi Kabupaten Magelang, Jawa Tengah telah menjadi permasalahan. Setiap warga memproduksi sampai sekitar 500 gram per hari. Sedang jumlah penduduk Kabupaten Magelang 1,3 juta sehingga setiap hari produksi sampah sebanyak 600 ton.

BACA JUGA : Tim Dosen dan Mahasiswa UII Implementasi Aplikasi Posyandu Plus di Kulonprogo

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tempat Penampungan Akhir (TPA) hanya mampu menampung 100 ton sampah per hari. Sehingga masih ada sisa sekitar 500 ton sampah yang tidak bisa dibuang. Sisa sampah ini yang menjadi problem. Sehingga Pemerintah Kabupaten Magelang mendorong agar setiap desa atau gabungan desa mempunyai Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut

TPS3R Desa Girirejo berdiri pada tahun 2021 dan telah mampu mengolah berbagai jenis sampah lokal. Teknik pengolahan sampah diawali dengan pemilahan oleh petugas berdasarkan tipe sampah organik, sampah plastik kemasan, sampah botol bekas, dan terakhir sampah residu atau sampah yang tidak bisa digunakan lagi.

"Selama ini sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi atau sampah residu yang terdiri dari plastik tidak layak jual dan popok dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang," kata Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo, MT, IPU, ASEAN.Eng kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (15/7/2022).

BACA JUGA : MTI UII Dampingi UKM Batik Omah Ngesti Pandowo Semarang

Hari Purnomo didampingi Cholila Tamzysi, ST, MEng, Peneliti dan Dosen Program Studi Teknik Kimia Program Sarjana dan Guntur Martha Baya, Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Program Sarjana angkatan 2019. "Untuk mengirim sampah residu ke Kota Magelang, pengelola desa harus mengeluarkan dana kurang lebih Rp 1 juta per bulan untuk biaya transportasi dari desa ke kota," kata Hari Purnomo.

Pernah dilakukan pemusnahan sampah residu menggunakan teknologi termal atau sering disebut insenerator. Namun Desa Ngablak yang berlokasi di dataran tinggi Gunung Merbabu memiliki iklim basah. Kondisi tersebut menyebabkan pengolahan sampah residu dengan teknologi termal membutuhkan banyak energi.

Untuk mencari solusi kelemahan teknologi termal, FTI mendesain Insenerator Ramah Lingkungan. Insenerator Made In FTI UII ini dilengkapi dengan pengering/dryer yang memanfaatkan flue gas dari ruang bakar. Kemudian asap hasil pembakaran diproses dengan filter kapur dan scrubber air. Sehingga gas yang keluar dari pembakaran sampah residu menjadi bersih. "Insenerator Ramah Lingkungan ini masih diujicoba di Kampus FTI UII," kata Hari Purnomo.

Pengabdian masyarakat melibatkan Program Studi (Prodi) Teknik Kimia. Ke depan, akan melibatkan lima Prodi lainnya di FTI UII yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Rekayasa Tekstil.

Menurut Hari Purnomo, pengolahan sampah ini memberikan lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemudi desa dan menjaga lingkungan tetap bersih. Program ini sebagai implementasi Pelaksanaan Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melibatkan Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia FTI UII

"Tujuan pelaksanaan dari program pengabdian ini adalah menambah wawasan dan kemampuan praktik masyarakat Desa Ngablak serta mereduksi limbah residu secara konkrit. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan edukasi, pelatihan dan pendampingan bagi para warga," katanya. (*)

BACA JUGA : Rektor : Seluruh Pemimpin UII Wajib Bekerjasama Produktif

Dekan FTI UII, Prof Hari Purnomo memberikan penjelasan tentang Insenerator Ramah Lingkungan buatan FTI UII kepada wartawan. (foto : istimewa)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Berita Terkait

Image

Tiga Dosen Jurusan Kimia UII Teliti Kelapa Sawit untuk Obat Covid

Image

Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga Berdayakan Masyarakat Sekitar Kampus

Image

PSTI PI UII Undang Lima Mahasiswa Tiga Negara Ikuti 'Industrial Visit dan Cultural Immersion 2022'

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image