Kurma Cepat Mengembalikan Energi Setelah Puasa

Teknologi  
Kurma. (foto: heri purwata)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Satu butir kurma memiliki berat sekitar delapan gram. Kandungan kalori sekitar 23 kilo kalori (kkal), yang terdiri dari 96% karbohidrat, 3% protein, dan 1% lemak. Kalau kurma 100 gram atau kurang lebih 13 butir mengandung 63,35 gram gula; 8 gram serat; 2,45 gram protein; 0,39 gram lemak; 2 miligram natrium; 656 miligram kKalium sehingga total sebesar 299 kkal.

“Jadi, bila seorang mengonsumsi tiga butir kurma untuk membatalkan puasa, berarti sudah mengonsumsi sekitar 70 kkal dan ini setara dengan sepiring nasi,” kata Pakar Teknologi Pangan, Prof Dr Ir Ambar Rukmini, MP.

Prof Ambar Rukmini yang juga Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWM) menjelaskan kalori kurma dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh tubuh dan langsung menjadi energi. Karakter kurma tersebut dapat menjadikan tubuh lebih bugar usai mengkonsumsi buah, dan potensial bisa terhindar dari radikal bebas.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Kalau kita buka puasa dengan mengonsumsi kurma, dalam sekejap dapat menjadikan tubuh lebih bugar. Hal inilah yang menjadi dasar dalam anjuran untuk membatalkan puasa saat berbuka dengan tiga butir kurma,” kata Ambar Rukmini.

BACA JUGA : Yogurt Seledri Anti Kalesterol Jahat, Kreasi Peneliti UWM dan UGM

Selain kadar kalorinya tinggi, tambah Ambar Rukmini, kurma mengandung berbagai vitamin yang sangat diperlukan tubuh. Setiap 100 gram kurma mengandung 9 IU vitamin A; 0,05 miligram vitamin B1; 0,06 miligram vitamin B2; dan 1,2 miligram vitamin B3.

Kurma juga menandung vitamin C dalam jumlah cukup tinggi. Komposisi vitamin A dan vitamin C sangat manfaat bagi kesehatan tubuh, yang dapat berperan sebagai antioksidan. “Saya mengategorikan kurma merupakan makanan yang baik untuk dikonsumsi setiap hari, tidak hanya saat menjalankan ibadah puasa saja,” ujarnya.

Alumni FTP Universitas Gadjah Mada (UGM) ini merinci keunggulan lainnya dari buah kurma. Di antaranya, mengandung serat polifenol yang dapat membantu proses pencernaan makanan dalam usus.

Serat merupakan komponen pangan yang tidak dapat dicerna sistem pencernaan manusia. Tetapi keberadaan serat polifenol membuat lambung dan usus menjadi meruah (bulky), gerak peristaltiknya menjadi lebih teratur.

"Hal ini sangat membantu mengefektifkan proses pencernaan yang terjadi, sehingga zat gizi yang terkandung dalam makanan dapat terserap tubuh dengan lebih sempurna,” kata Ambar.

Guru besar pertama dari dosen tetap UWM ini menjelaskan kondisi gerak peristaltik lambung dan usus yang teratur pasca mengkonsumsi kurma dapat mencegah konstipasi atau sembelit. Selain itu, juga potensial mencegah terjadinya kanker colon (usus besar), ambeien, mengendalikan diabetes dengan menurunkan kadar gula darah yang tinggi, serta dapat menjaga kadar kolesterol darah.

Kurma yang juga mengandung kalsium dan magnesium berperan menjaga kontraksi otot, jantung, sistem saraf. Kandungan natrium mampu menyeimbangkan metabolisme tubuh. Kalsium dan magnesium sangat berguna dalam perkembangan tulang dan gigi, serta mampu mengurangi peradangan dalam tubuh. (*)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image