International Program Teknik Industri UII Cetak Entrepreneur Muda

Info Kampus  
Dari kanan ke kiri : Wiryono Raharjo, Ira Promasanti Rachmadewi, Bambang Suranto, dan Muhammad Ragil Suryoputro saat memberikan keterangan kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (10/6/2022). (foto : heri purwata),

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Jumlah lulusan perguruan tinggi sudah timpang, atau tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Perbandingannya, jumlah lulusan perguruan tinggi sebanyak 1,2 juta per tahun, sedang lapangan perkerjaan yang tersedia hanya 300-400 ribu. Sehingga perguruan tinggi dituntut untuk mencetak lulusan sebagai entrepreneur atau berwiraswasta.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknik Industri Program Internasional Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) telah berupaya membekali mahasiswanya pengalaman di luar negeri atau mobilitas hybrid. Pembekalan ini dilakukan dengan menyelenggarakan internastional student mobility berupa Educational Visit 2022 yang diikuti 12 mahasiswa.

BACA JUGA : Timpang Jumlah Lulusan dan Lapangan Kerja, Perguruan Tinggi Harus Cetak Lulusan Mandiri

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Educational Visit 2022 ke beberapa industri dan institusi pendidikan di berbagai negara di Eropa Barat yaitu Perancis, Belgia, Belanda, Austria dan Jerman, Rabu-Jumat (18-27/5/2022)," kata Ir Ira Promasanti Rachmadewi, MEng, Sekretaris Program Studi Teknik Industri Program Internasional di Yogyakarta, Jumat (10/6/2022).

Dijelaskan Ira, mobilitas hybrid dapat memperkuat jaringan internasional yang sangat dibutuhkan bagi lulusan Teknik Industri untuk bersaing di tingkat global. Mereka diharapkan bisa menjadi 'Agile Global Leader.'

Selama berkunjung ke lima negara, mahasiswa mengikuti Short Course/Lecture - Start up Development, Start up Pitch, Business Incubators, and Innovation in University of Innsburckand dan Fachhochschule des Mittelstands (FHM). Startup Pitch merupakan kegiatan mahasiswa IP TI UII mempresentasikan usaha Startup yang mereka inisiasi di depan perwakilan kalangan Industri berkerja sama dengan Innsbruck University di Austria, Inkubator Bisnis dan Kadin Kota Innsbruck.

BACA JUGA : Fresh Graduate Jadilah Follower Aktif dan Independen

"Presentasi tersebut mendapatkan feedback dari para pakar pengembangan Start up dari Innsbruck University dan Inkubator Bisnis untuk perbaikan. Kegiatan ini mendukung kemampuan komunikasi dan meningkatkan kepercayaan diri menuangkan dan merealisasikan ide-ide inovasi untuk dapat bersaing secara global," kata Ira Promasanti.

Dalam Education Visit 2022 juga dilakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) dengan Fachhochschule des Mittelstands (FHM), Jerman. Kerjasama ini dimaksudkan untuk pengembangan keahlian entrepreneurship dan innovation sesuai dengan keunggulan Prodi Teknik Industri.

Mobilitas hybrid, tambah Ira, juga akan mengakselerasi visi Prodi Teknik Industri yaitu 'Menjadi Program Studi yang berkualitas, unggul dan inovatif dalam mengembangkan keilmuan teknik industri di tingkat internasional yang didasari nilai-nilai Islam.' Sebelumnya, Program Mobilitas hybrid dilaksanakan ke Jepang. Ke depan, program ini akan menjadi kegiatan yang rutin untuk mewujudkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program Studi Teknik Industri memiliki 1.330 mahasiswa reguler aktif dan 126 mahasiswa program internasional aktif. Di antara mahasiswa aktif tersebut, tujuh mahasiswa asing Program Sarjana, 11 mahasiswa asing non gelar (2019), tujuh mahasiswa asing non gelar (2020), lima mahasiswa asing non gelar (2021), dan 26 mahasiswa asing non gelar (2022).

Program Internasional Teknik Industri UII telah meluluskan 296 orang yang tersebar di berbagai posisi dengan masa tunggu minus – 0% sebanyak 70% dan 1-3 bulan sebanyak 30%. Tujuh mahasiswa lulus dengan program Double Degree dengan Saxion University di Belanda, sembilan mahasiswa International Program Teknik Industri aktif melaksanakan student exchange dengan Chulalongkorn University di Thailand. Sebanyak 25 mahasiswa telah menyelesaikan program magang internasional.

"Dua mahasiswa mendapat hibah International Credit Transfer (ICT) dengan Mapua University dari Kemendikbud Ristek. Kemudian dua mahasiswa mengikuti ICT dengan hibah Prodi. Lima mahasiswa bergabung dengan program MBKM, program bangkit dan berhasil meraih berbagai kompetisi ilmiah internasional," ujar Ira.

Sementara Ir Wiryono Raharjo MArch, PhD, Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan mengatakan UII memiliki 13 program internasional. UII juga telah membangun jaringan dengan Erasmus+ yang beranggotakan tujuh perguruan tinggi Indonesia dan Eropa. "Education Visit ini untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan bisa merasakan sendiri berinteraksi dengan mitra-mitra di luar negeri," kata Wiryono. (*)

BACA JUGA : Program Magang Untungkan Mahasiswa dan Pengusaha

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image