Tips Jaga Kesehatan Saat Lebaran

Tips  
Empal Genthong, salah satu sajian di Hari Raya Idul Fitri. (foto : heri purwata)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Lebaran atau Idul Fitri merupakan saat lepas dari kekangan dan bebas makan setiap saat. Bahkan dalam setiap keluarga selalu menyajikan makanan spesial seperti opor ayam, sambal goreng ati, rendang, semur daging dan aneka kue kering. Sajian tersebut diperuntukan bagi keluarga sendiri dan tamu-tamu yang bersilalturahmi.

Setelah berpuasa selama satu bulan, tentu makanan tersebut sangat menggoda. Sehingga memunculkan hasrat menyantap makanan yang sengaja disajikan untuk merayakan Idul Fitri. Sajian aneka makanan tersebut banyak mengandung lemak, minyak, dan gula.

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr Toto Sudargo, MKes berbagi tips agar tetap sehat dalam merayakan Lebaran. Toto berharap dengan tip ini tidak meningkatkan kadar gula darah, kolesterol dalam tubuh setelah Lebaran. Sebab hal tersebut bisa memicu munculnya penyakit diabetes, jantung, stroke dan lain-lain.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Ramadhan, kata Toto, mengajarkan orang melaksanakan gaya hidup sehat. Sebab, saat puasa ada pengendalian makan selama kurang lebih 12-13 jam. Jadwal makan pun diatur yaitu saat berbuka puasa (Magrib) hingga sahur (menjelang Subuh). "Saat puasa memberikan kesempatan pada organ pencernaan istirahat," kata Toto.

Saat Lebaran, Toto menyarankan agar membatasi porsi makan walaupun hidangannya cukup berlimpah. “Silakan makan apa saja saat Lebaran mau lemak, karbohidrat, gula dan lainnya. Namun yang penting secukupnya atau sedikit-sedikit saja,” tandas Toto yang juga Dosen Departemen Gizi Kesehatan FKKMK (Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan) UGM ini.

Kemudian Toto mengajurkan agar mengimbangi dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi serat seperti buah dan sayur. Makanan yang tinggi serat akan membantu dalam mengikat lemak dalam makanan. “Buah tidak membuat eneg dan juga mengandung gula komplek sehingga lebih aman,” tambahnya.

Meskipun di Hari Raya Idul Fitri, Toto menganjurkan agar tetap berolahraga atau aktivitas fisik untuk membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh. "Minimal olahraga selama 30 menit setiap hari dan makan sesuai dengan jadwal tiga kali sehari," pesannya. (*)

Pilih olahraga yang disenangi, basket, tenis, jalan kaki atau berlari. (foto : heri purwata)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Berita Terkait

Image

Tiga Bahaya Konsumsi Telur Mentah

Image

Tujuh Fasilitas Olahraga Paling Menyenangkan di UMY, Sayang untuk Dilewatkan 

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image