Banyak Hasil Penelitian Ilmiah Perguruan Tinggi Masuk The Valley of Death

Info Kampus  
Rektor UAD, Dr Muchlas MT. (foto : screenshootyoutube/heri purwata)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Sebagian besar hasil penelitian ilmiah dari civitas akademika perguruan tinggi masuk ke dalam The Valley of Death atau lembah kematian. Hasil penelitian para dosen hanya sampai pada level 8 yaitu sampai pada penerbitan karya ilmiah di jurnal bereputasi.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Muchlas MT mengemukakan hal tersebut pada Seminar Strategi Merancang Luaran Inovasi Bernilai Komersial Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Yogyakarta, Rabu (19/10/2022). Seminar yang diselenggarakan Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UAD menghadirkan pembicara Sang Kompiang Wirawan ST, MT, PhD, dan Ahdiar Romadoni ST, MBA.

BACA JUGA : Haedar Nashir : Mahasiswa Baru UAD Jadilah Sosok Pembaru

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sang Kopiang Wirawan, Diputi Direktur UGM Science Techno Park menyampaikan materi tentang 'Strategi Komersialisasi Hasil Inovasi.' Sedang Ahdiar Romadoni, Technology Tranfer Office Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPiK ITB) membahas tentang 'Pengembangan Inovasi Bernilai Jual.'

"Selama ini, hasil penelitian hanya bermanfaat bagi tujuan kuliah saja. Kemudian naik menjadi prototipe, naik lagi terbit di jurnal bereputasi, indek apa pun yang diakui pemerintah. Setelah itu berhenti," kata Muchlas.

Menurut Muchlas, perjalanan karya ilmiah civitas akademika tersebut dikenal dengan nama The Valley of Death atau Jurang Kematian. "Pada umumnya setelah terjun ke jurang kematian karya ilmiah, tidak bangkit lagi. Dibaca diri sendiri pun tidak. Apalagi orang lain," tandasnya.

BACA JUGA : Dua Kontribusi UAD pada Negara untuk Cetak Generasi Unggul

Karena itu, kata Muchlas, seminar ini berupaya untuk membuat jembatan yang bisa mengantarkan karya ilmiah ke tujuan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yaitu komersialisasi. "Kita tidak bisa jump up dari prototipe ke komersialisasi. Tetapi harus diberi jembatan. Seminar ini dalam proses pembuat jembatan agar karya-karya ilmiah kita yang sudah inovatif itu bisa menjadi komersialisasi," harapnya.

Muchlas juga berharap karya ilmiah civitas akademika bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, bangsa dan negara. "Karya penelitian dosen UAD diharapkan bisa meningkatkann harkat dan martabat bangsa di kancah global. Kita memiliki kemandirian ekonomi, pertumbuhan ekonomi naik berkat dukungan riset inovasi, serta proses komersialisasi yang sistematis," kata Muchlas MT.

Seharusnya, tambah Muchlas, ilmu dapat meningkatkan martabat manusia, baik di hadapan manusia, maupun Tuhan. "Karena itu, martabat ilmu yang sudah dimiliki kita tingkatkan. Kami juga selalu mendorong kepada dosen, agar dalam melakukan riset, lakukan melalui track hilirisasi. Paling hilir komersialisasi," tandasnya. (*)

BACA JUGA : UAD Bina Karir Mulai Mahasiswa Hingga Jadi Alumni

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Berita Terkait

Image

Revitalisasi Islam Wasathiyah agar Selalu Relevan dengan Perkembangan Zaman

Image

UAD Gelar Seminar dan Workshop Kampus dan Sekolah Cerdas Digital, Ini Tujuannya

Image

Prof Rully Charitas Catat Rekor MURI, Guru Besar Termuda Indonesia

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image