Handphone Hilang, Factory Reset Bawaan Android Tangguh Amankan Data, Ini Hasil Penelitian

Teknologi  
Beni Ike Hendra Kuswara dan Ahmad Munasir Raf'ie Pratama saat memberikan keterangan kepada wartawan. (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Bagi Anda yang kehilangan smartphone tidak perlu gundah data-data akan disalahgunakan orang yang tak bertanggung jawab. Sebab ternyata Factory Reset Bawaan Android sudah tangguh untuk melindungi data-data di smartphone Anda yang hilang.

Itulah hasil penelitian Beni Ike Hendra Kuswara, Mahasiswa Program Studi Informatika, Program Magister, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Hasil penelitian tersebut dipaparkan kepada wartawan secara virtual, Jumat (25/11/2022). Dalam pemamaran Beni didampingi Irving Vitra Paputungan, ST, MSc, PhD, Ketua Program Studi Informatika Program Magister FTI UII, dan Ahmad Munasir Raf'ie Pratama, ST, MIT, PhD, Dosen Pembimbing dan Dosen Jurusan Informatika FTI UII, serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII.

BACA JUGA : Peneliti UII Kembangkan Aplikasi Permudah Siswa SD Belajar Matematika, Apa Saja Fiturnya?

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Penelitian Beni membandingkan efektivitas dan efisiensi dari metode disk overwrite dengan fitur factory reset bawaan sebagai teknik anti-forensik di perangkat Android. "Pengumpulan data di penelitian ini dilakukan dengan proses eksperimen di perangkat Android versi 10 yang telah melalui proses teknik anti-forensik secara bergantian sebelum dilakukan upaya pemulihan data yang telah terhapus dengan perangkat lunak Photorec dan WinHex," kata Beni.

Berdasarkan hasil eksperimen, jelas Beni, ditemukan proses recovery menggunakan metode disk overwrite, baik itu 1-pass, 3-pass, 7-pass, maupun 35-pass, dengan metode factory reset bawaan Android hasilnya nyaris sama. Tetapi dari sisi waktu operasinya terdapat perbedaan mencolok antara kelimanya.

"Penggunaan metode disk overwrite sebagai teknik anti-forensik, dalam kondisi normal, tidak memberikan nilai tambah jika dibandingkan dengan factory reset bawaan Android," tandas Beni.

BACA JUGA : UAD Gelar Seminar dan Workshop Kampus dan Sekolah Cerdas Digital, Ini Tujuannya

Menurut Beni, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pegangan dan acuan bagi praktisi forensika digital baru sebelum melakukan pemrosesan barang bukti elektronik berupa perangkat Android. Selain itu, juga dapat menjadi bukti empiris akan efektivitas dan efisiensi fitur factory reset bawaan di perangkat Android dalam menjaga privasi pengguna saat perangkat tersebut berpindah kepemilikan.

Beni menambahkan fitur factory reset bawaan Android 10 terbukti ampuh untuk menyingkirkan data pribadi pengguna. Namun jika para pengguna masih merasa belum aman hanya dengan factory reset, maka mereka dapat menambahkan teknik overwriting untuk memastikan data lama mereka benar-benar hilang.

"Temuan lain dari penelitian ini adalah ketika proses rooting dijalankan, yang didahului dengan proses unlock bootloader, ternyata memiliki implikasi perangkat akan ter-reset atau dikembalikan ke setelan pabrik. Hal ini tentu sangat penting untuk diketahui oleh para praktisi forensika digital terutama yang baru terjun di bidang ini dan masih minim pengalaman," katanya.

Perangkat yang ter-reset ke setelan pabrik akan membuat data dan files non bawaan pabrik di dalamnya akan hilang permanen dan tidak dapat dipulihkan. "Resikonya proses forensika yang dilakukan menjadi terhambat atau bahkan tidak dapat dilakukan sama sekali," tandasnya.

Raf'ie Pratama menambahkan untuk menghapus atau memblok data-data yang ada di smartphone yang hilang bisa dilakukan secara remote. "Pengamanan data pada smartphone yang hilang dapat melalui google,com/android/find. Di sana ada pilihan secure device atau erase device. Tinggal pilih yang diinginkan," kata Raf'ie Pratama. (*)

BACA JUGA : Ahli Forensik UII : Analisis Forensik Digital Masih Lemah dalam Validasi

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: [email protected]

Berita Terkait

Image

Untuk Hindari Kebocoran, Pemerintah Segera Selesaikan Peraturan dan Juknis Keamanan Data

Image

Untung Rugi Pemerintah Membuka Data untuk Publik

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image