Prodi MTI UII Raih Akreditasi Unggul dari LAM Teknik, Ini Upaya Meraihnya

Info Kampus  
Gedung Fakultas Teknik Industri UII. (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Program Studi (Prodi) Magister Teknik Industri (MTI), Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, serta kualitas akademik dosen dan jabatan fungsional dosen. Menyusul diraihnya Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditas Mandiri (LAM) Teknik yang tertuang pada Surat Keputusan nomor 0210/SK/LAM Teknik/AM/XII/2022, tanggal 21 Desember 2022.

Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo, MT, IPU mengemukakan hal tersebut kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (20/1/2023). Hari Purnomo bertekad meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan predikat akreditasi. "Kita menata ulang proses pembelajaran agar sesuai dengan akreditasi dan terus menjaga serta meningkatkan kualitas untuk lima tahun ke depan," kata Hari Purnomo.

BACA JUGA : MTI UII Dampingi UKM Batik Omah Ngesti Pandowo Semarang

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan target yang telah ditetapkan Prodi dan Jurusan adalah meningkatkan kualitas akademik dosen dan jabatan fungsional dosen. "Alhamdulillah sudah banyak dosen yang melanjutkan studi ke jenjang S3, sudah ada yang mau lulus dan ada juga yang akan berangkat studi," kata Hari Purnomo.

Hari Purnomo akan terus mendorong agar Jurusan Teknik Industri bisa lebih kuat lagi, baik di Prodi Sarjana dan Magister. "Untuk melanjutkan pendidikan S3, tergantung pada keberanian dosen. Apalagi sekolah ke luar negeri. Mereka harus meninggalkan rumah tangga, meninggalkan anak. Alhamdulillah yang muda-muda sudah nekad," katanya.

Hari Purnomo mendorong para dosen untuk kuliah di luar negeri agar mereka memiliki pengalaman masing-masing. Pengalaman tersebut bisa diterapkan untuk memajukan di kampus UII.

Selain itu, Hari juga mendorong dosen-dosen S1 maupun S2 untuk meraih Matching Fund dari program Kedaireka dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek). Hari berharap melalui Kedaireka dosen-dosen bisa mengimplementasikan keilmuannya di dunia industri.

"Kami sedang mencari partner untuk membuat Kedaireka tersebut. Alhamdulillah ada dua calon partner yang akan kita undang untuk mengimplementasikan Kedaireka," kata Hari Purnomo.

BACA JUGA : UGM Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Rp 206 Miliar/Tahun, Ini Perincianya

Sedang Dr Drs Imam Djati Widodo, M Eng Sc, Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII menambahkan saat ini Jurusan Teknik Industri memiliki 36 dosen. Sebanyak 11 dosen sudah bergelar doktor, kini ada enam orang dosen yang sedang menempuh pendidikan S3 dan dua orang akan berangkat ke luar negeri.

"Jadi dari 36, sudah ada 19 orang dosen yang sudah doktor dan sedang sekolah. Ini sudah 50 persen. Mudah-mudahan segera ada dosen yang akan menyusul sekolah S3," kata Imam.

Sementara Ir Winda Nur Cahyo, ST, MT, PhD, IPM, Ketua Prodi MTI FTI UII mengatakan Akreditasi Unggul diraih setelah melalui proses penilaian yang cukup panjang. Akreditasi ini merupakan salah satu bentuk penilaian mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi atau program studi yang dilakukan LAM Teknik. Bentuk penilaian mutu eksternal yang lain adalah penilaian yang berkaitan dengan akuntabilitas, pemberian izin, dan pemberian lisensi

Akreditasi Unggul, kata Winda, merupakan capaian yang sangat membanggakan. Prestasi tersebut dapat diraih atas keterlibatan semua pihak yang sudah bekerjasama untuk mencapainya. Ini hasil kerjasama yang baik dari semua dosen, mahasiswa serta pihak fakultas dan universitas.

“Dengan diraihnya predikat ini, semoga dapat jadi penyemangat, namun juga sebagai tantangan untuk dapat mempertahankannya dengan baik. Sekali lagi Selamat buat kita semua, semoga menjadi berkah dan amal jariyah kita," kata Winda.

Winda menambahkan Prodi MTI UII memiliki program double designation, yakni selain mendapatkan gelar Magister Teknik (MT), lulusan Magister Teknik Industri UII juga akan mendapatkan sertifikasi American Suply Chain Alalyst (ASCA) dan Certified International of Project Manager (CIPM). Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan gelar akademik dan sertifikasi. "Lulusan Program Magister Teknik Industri UII juga akan mendapatkan sertifikasi keahlian yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," kata Winda. (*)

BACA JUGA : Rektor UII Mengajak Ilmuwan Mitigasi Pengembangan AI untuk Kemanusiaan, Ini Alasannya

Dari kanan ke kiri : Imam Djati Widodo, Hari Purnomo, dan Winda Nur Cahyo. (foto : heri purwata)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: [email protected]

Berita Terkait

Image

Prof Jaka Nugraha : Mahasiswa Butuh Pengayaan Ketrampilan agar Siap Kerja

Image

UII dan PT Jasa Raharja Kerjasama Tekan Kecelakaan Lalu Lintas, Ini Upayanya

Image

Dosen UNU dan UII Berkolaborasi Bantu Pengusaha Batik Miliki HaKI, Ini Tujuannya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

mar[email protected] (Marketing)

× Image