Rektor UWM Meminta Wisudawan Warisi Karakter HB IX

Info Kampus  
Rektor UWM, Prof Edy Suandi Hamid menyerahkan karangan bunga kepada wisudawan di Yogyakarta, Senin (14/3/2022). (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Sri Sultan Hamengku Buwono IX, pendiri Universitas Widya Mataram (UWM)) memiliki kepribadian dan harga diri yang tidak pantang menyerah, patriotik, rela berkorban, berjiwa nasional, berwawasan kebangsaan serta memiliki semangat persatuan dan kesatuan. Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX, juga sebagai inisiator Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949 yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penegakan Hari Kedaulatan Nasional.

Rektor UWM, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc, mengharapkan agar lulusan UWM mewarisi sikap juang dan karakter Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Harapan tersebut diungkapkan saat mewisuda lulusan UWM di Sahid Jaya Hotel & Convention Babarsari, Sleman, Yogyakarta, Senin (14/3/2022).

BACA JUGA : UAD Bina Karir Mulai Mahasiswa Hingga Jadi Alumni

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Wisuda ke-60 dihadiri Ketua DPR Aceh 2019-2024, Dahlan Jamaluddin SIP. Pria kelahiran Muko Kuthang, Aceh tahun1980 ini meripakan alumni Prodi Ilmu Administrasi Negara/Prodi Administrasi Publik Fakultas Isipol UWM yang lulus tahun 2005.

Lebih lanjut Edy Suandi Hamid mengatakan peran strategis HB IX menjadi penting bagi para wisudawan yang segera memasuki dunia penuh perjuangan dan kompetisi di tengah masyarakat. Di dalam berjuang, lulusan UWM bisa mewarisi karakter Sultan HB IX yang pantang menyerah, patriotik, rela berkorban, berjiwa nasional, dan berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat persatuan dan kesatuan.

BACA JUGA : Mahasiswa UAD Sabet Tiga Gelar di Chem-E-Car PGD UI 2022

Dijelaskan Edy, keluarga besar UWM menyambut gembira atas penetapan Sri Sultan HB IX, sebagai inisiator SU 1 Maret 1949. Dalam Keppres, peran Sultan HB IX sebagai inisiator serangan terhadap pasukan Belanda.

Dalam bab menimbang, kata Edy, Keppres 22 Tahun 2022 bahwa peristiwa SU 1 Maret 1949 yang digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kemudian diperintahkan Panglima Besar Jenderal Soedirman serta disetujui dan digerakkan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Serangan itu didukung TNI, Polri, laskar-laskar perjuangan rakyat, dan segenap komponen bangsa Indonesia.

Sementara Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta sekaligus Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Prof Dr M Mahfud MD, mengatakan UWM didirikan untuk memajukan masyarakat Indonesia. Pendidikan di UWM berbasis pada budaya bangsa, kemajuan Iptek, yang dikristalisasikan dalam dasar ideologi negara yang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan yang dipimpin oleh permusyaratawan, dan keadilan sosial.

“Universitas ini hadir untuk mencetak kader bangsa melalui dunia pendidikan tanpa kehilangan jati diri bangsa yaitu budaya adiluhung yang berpusat di Kraton Yogyakarta. Universitas ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bagus terhadap kemajuan dan ketahanan bangsa dalam kerangka NKRI,” kata Mahfud MD.

Menurut Mahfud, wisudawan yang baru lulus merupakan akan panah dari universitas ini untuk membawa pesan misi pembangunan negara yang berbudaya. Dulu, Sri Sultan HB IX dan Pangeran Mangkubumi yang sekarang menjadi Sri Sultan HB X ketika mendirikan UWM mengatakan bahwa universitas ini didirikan tidak untuk menyaingi universitas lain dalam mencetak sarjana.

"Tetapi justru universitas ini untuk mencetak lulusan yang punya karakter khusus agar Iptek yang dikuasai oleh mahasiswa dan lulusannya dibungkus oleh sikap-sikap budaya adiluhung sehingga memberi kenyamanan," kata Mahfud.

Wisudawan terbaik

Wisuda angkatan ke-60, diikuti 166 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari tujuh orang dari Prodi Manajemen, empat orang dari Prodi Akuntansi. Kemudian sebanyak 128 orang dari Prodi Ilmu Hukum, sembilan orang dari Prodi Administrasi Publik, tiga orang dari Prodi Sosiologi, enam orang dari Prodi Arsitektur, empat orang dari Prodi Teknik Industri, dan lima orang dari Prodi Teknologi Pangan.

Sebanyak 53 wisudawan (31.92 %) meraih cumlaude, Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,92 diraih Fredy Dwi Herdhiawan dari Fakultas Hukum. Waktu tempuh studi tercepat yaitu 3 tahun 4 bulan dengan rata-rata 3 tahun 7 bulan 28 hari dan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,40.

Wisudawan termuda adalah Hendrika Tresna Wulandari Bone Lau umur 20 tahun 11 bulan 11 hari, dari Fakultas Hukum. Sedangkan wisudawan tertua adalah Subarno umur 62 tahun 11 bulan 8 hari dari Fakultas Hukum. Dengan wisuda kali ini, jumlah total lulusan UWM berjumlah 9.317 orang.

Wisudawan terbaik sebanyak enam orang yaitu Mohammad Wahyu Pratama dari Fakultas Ekonomi (Prodi Manajemen/IPK 3,46), Fredy Dwi Herdhiawan (Fakultas Hukum/Ilmu Hukum/IPK 3,92), Sugianta (Fakultas Isipol/Administrasi Publik/IPK 3,81), Asri Choiri(Fakultas Isipol/Sosiologi/IPK 3,55), Astria Puji Astuti (Fakultas Sains dan Teknologi/Arsitektur/IPK 3,7), Nanda Dwi Purnomo (Fakultas Sains dan Teknologi/Teknik Industri/IPK 3,03). (*)

Berita Terkait

Image

Rektor UGM : Lulusan Pascasarjana Harus Adaptif dan Kolaboratif, Ini Maksudnya

Image

Eric Jones : Kerjasama NIU-UWM untuk Aktualisasi Kemitraan Intelektual dan Pemimpin, Ini Sejarahnya

Image

Rektor UP 45 Harapkan Wisudawan Menjadi Pribadi Kreatif dan Inovatif

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image