Berbahan Lidah Buaya, Pupuk Baynic Inovasi Mahasiswa UII Lindungi Tanaman dari Hama

Info Kampus  
Siva Nur Salsabilla (jilbab hitam) saat membimbing warga membuat Pupuk Baynic. (foto : istimewa)

KEHADIRAN Pupuk Baynic dapat mengurangi ketergantungan pupuk bersubsidi. Harganya murah tetapi hasilnya lebih bagus, tanaman jarang terserang hama. Program Pupuk Baynic membuat warga Desa Beji menjadi lebih nyaman saat beraktivitas di sawah.

Itulah testimoni Sugimo, petani Desa Beji, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah menggunakan Pupuk Baynic inovasi empat mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka adalah Fayola Akmal dan Maulana Tri Wijaya, mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII.

BACA JUGA : Mahasiswa Asing UGM Ikut Tingkatkan Kesehatan Lingkungan di Kulonprogo

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Kemudian Siva Nur Salsabilla, mahasiswi Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII dan Raihanah Yumna Aulia, mahasiswi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII. Mereka tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang didampingi Ir Ali Parkhan, MT, Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII.

Dijelaskan Fayola Akmal, berdasarkan hasil observasinya, sebagian warga Desa Beji memiliki hewan ternak namun tidak mempunyai lahan pertanian. Limbah hewan ternak hanya akan dibuang begitu saja dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

"Potensi lainnya, warga memiliki banyak tanaman lidah buaya. Warga sudah mengolah lidah buaya menjadi produk makanan, tetapi kurang diminati masyarakat. Sehingga sebagian tanaman lidah buaya terbengkalai serta menjadi limbah," kata Fayola.

Kondisi Desa Beji tersebut mendorong empat mahasiswa berkolaborasi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat atau PKM-PM. Mereka fokus pada aspek-aspek yang menunjang dan membantu masyarakat/mitra. "Tim membantu meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Beji dengan memanfaatkan potensi berupa limbah kotoran sapi dan lidah buaya," katanya.

BACA JUGA : Pemberdayaan Masyarakat Jangan Terjebak pada Praktek Kapitalisasi

Siva Nur Salsabilla menambahkan Tim PKM-PM membuat program pembuatan Pupuk Baynic dengan bahan baku kotoran sapi dan lidah buaya. Kandungan lidah buaya mampu memberi nutrisi dan menyuburkan tanaman.

Lidah buaya memiliki potensi sebagai penambah unsur hara yang tinggi bagi tanaman serta kandungan zat perangsang tumbuh (ZPT) berupa hormon auksin dan giberelin. Informasi mengenai Pupuk Baynic dapat diakses melalui microsite.

"Program Pupuk Baynic dimulai dengan pembentukan kelompok Pemuda Desa Beji 21 Juni 2022. Kelompok pemuda ini sebagai pengelola dan penanggung jawab pelaksanaan Baynic," kata Salsabilla.

Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Pupuk Baynic dengan bahan baku kotoran sapi dan lidah buaya. Sekaligus implementasi Pupuk Baynic terhadap tanaman masyarakat pada 30 Juni 2022. Untuk pemasaran, Tim PKM PM membimbing pembuatan microsite, instagram dan akun WhatsApp Business sebagai media untuk melakukan branding Pupuk Baynic tanggal 3 Agustus 2022.

BACA JUGA : Buruh Gendong Pasar Beringharjo Jadi Sasaran Bakti Sosial FKG UGM

Tim PKM PM juga menginiasi pembuatan bangunan Baynic sebagai tempat untuk mengelola limbah menjadi pupuk organik. Pembangunan dilaksanakan 8-15 Agustus 2022. "Tim PKM PM juga membuat Buku Pedoman Mitra sebagai panduan para pengurus dalam mengelola Baynic. Tim kami lolos pendanaan kegiatan PKM. Selanjutnya, akan maju ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional)," katanya.

Sementara Ali Parkhan mengatakan Desa Beji akan dijadikan sebagai desa mitra kerja FTI UII, salah satu produk unggulannya Pupuk Baynic. Ali Parkhan juga berharap Pupuk Baynic bisa menjadi salah satu usaha BUMDes Desa Beji. Sehingga warga Desa Beji dapat terus meningkatkan kemampuan menjalankan bisnis Pupuk Baynic. (*)

BACA JUGA : Mahasiswa UNY Bisnis Restorasi Motor Retro untuk Biayai Kuliah

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Berita Terkait

Image

Tiga Dosen UII Latih Warga Umbulmartani Olah Minyak Jelantah Jadi Solketal

Image

Tiga Dosen Jurusan Kimia UII Teliti Kelapa Sawit untuk Obat Covid

Image

Kolaborasi Dosen Prodi Kimia dan Kelautan UNIPA Kembangkan Pelet Ampas Sagu

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image