UII dan Kulonprogo Perpanjang Kerjasama Tingkatkan Kesejahteraan, Ini Caranya

Info Kampus  
Tri Saktiyana dan Fathul Wahid menandatangani perpanjangan naskah kerjasama peningkatan kesejahteraan masyarakat. (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Universitas Islam Indonesia (UII) dan Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UII berencana akan mendampingi Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih untuk peningkatan kesejahteraan.

Perpanjangan kerjasama tersebut ditandatangani Rektor UII, Prof Fathul Wahid ST, MSc, PhD dan Pejabat Bupati Kulonprogo, Drs Tri Saktiyana MSi di Ruang Rapat Menoreh, Selasa (22/11/2022). Naskah kerjasama sebelumnya, berakhir pada Bulan September 2022 lalu.

BACA JUGA : Berbahan Lidah Buaya, Pupuk Baynic Inovasi Mahasiswa UII Lindungi Tanaman dari Hama

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani naskah kerjasama antara Pemerintah Kalurahan Sendangsari dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penandatangan dilakukan Lurah Sendangsari, Suhardi dan Ketua Baznas Kulonprogo, H Alfanuha Yushida MPMat

Lebih lanjut Fathul Wahid menjelaskan UII melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggunakan konsep pendampingan Desa Mitra telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah yang dilaksanakan UII bersama-sama warga mengidentifikasi potensi lokal dan akan berujud ada kajiannya.

"Setelah itu, secara berkelanjutan KKN akan mengimplementasikan gagasan yang telah dirancang, sampai kami rasa cukup sebelum kami tinggalkan. Ini sudah diterapkan di berbagai tempat," kata Fathul Wahid.

BACA JUGA : PTN dan PTS Didorong Kolaborasi untuk Hasilkan Publikasi Berkualitas, Ini Alasannya

Tri Saktiyana dan Fathul Wahid memperlihatkan naskah kerjasama yang telah ditandantangani. (foto : istimewa)

Pengalaman tersebut akan diadaptasikan ke Kalurahan Sendangsari Kulonprogo. Tim UII akan bersama-sama dengan warga Sendangsari untuk melakukan kajian potensi yang bisa dikembangkan. "Kami selalu menyatakan kepada Desa Mitra yang kami dampingi di berbagai tempat, kami tidak mempunyai uang. Tetapi insya Allah punya keahlian yang bisa digunakan untuk mendesain solusi atau pemecahan masalah di Desa Mitra," tambah Fathul.

Rektor UII mencontohkan tahun 2019, saat memperingati ulang tahun ke 76, acara tidak di kampus. Tetapi acara Milad dipusatkan di Desa Kebon, Kecamata Bayat, Kabupaten Klaten. Itu merupakan Desa Mitra UII yang telah berhasil mengembangkan batik, eduwisata, BUMDes. Bahkan sampai hal-hal yang sifatnya teknis kecil, usaha Dasa Wisma. Semua upaya penigkatan kesejahteraan masyarakat tersebut didesainkan UII.

Contoh lain, di Desa Ngablak, Kabupaten Magelang. UII mendampingi sejak tahun 2015 sampai sekarang. Di desa ini, UII merancangkan pembuatan Embung hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB). Empat bulan yang lalu, Rektor UII diminta Lurah Ngablak untuk meresmikan Embung tersebut.

BACA JUGA : Neoliberalisme Mengikis Peran Perguruan Tinggi sebagai Inkubasi Pemikiran Kritis

"Saat ini, kami mendampingi desain wisata di sekitar Embung. Ada track jalan kaki, wisata petik sayur dan lain-lain. Harapannya, masyarakat menjadi berdaya, banyak warga yang terlibat. Ketika kami pergi apa yang sudah didesain bersama-sama bisa berkelanjutan lestari," kata Fathul Wahid.

Rektor UII meminta izin kepada Pj Bupati Kulonprogo untuk berdiskusi dengan Lurah Sendangsari. Diskusi untuk menggali potensi yang ada dan bisa diberdayakan di sana. Sehingga program KKN bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bersama. "Kami juga akan mencari dana dari mitra-mitra UII," kata Fathul.

Sementara Tri Saktiyana mengungkapkan prosentase kemiskinan Kulonprogo tertinggi di wilayah DIY. Karena itu, perpanjangan kerjasama dengan UII ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kulonprogo.

Selama ini, kata Tri Saktiyana, Pemkab Kulonprogo terus berupaya mengurangi angka kemiskinan. Namun upaya tersebut belum cukup karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Kerjasama dengan UII ini diharapkan mampu membantu mengatasi kemiskinan secara tepat sasaran. (*)

BACA JUGA : Mahasiswa Asing UGM Ikut Tingkatkan Kesehatan Lingkungan di Kulonprogo

Ketua Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yushida dan Lurah Sendangsari, Suhardi didampingi Pj Bupati dan Rektor UII memperlihatkan naskah kerjasama yang telah ditandatangani. (foto : istimewa)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: heri.purwata@gmail.com.

Berita Terkait

Image

Penelitian Simulasi Monte Carlo Antarkan Andrie Pasca Kuliah S3 di Norwegia

Image

Jundi Nourfateha, Mahasiswa IUP IE UII Presenter Pitch Deck Startup di Austria, Ini Ikhtiarnya

Image

Prof Syamsudin, Guru Besar UII Mengajak Berhukum Profetik di Zaman Edan, Ini Penjelasanya

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image