Tim PKM UAD Inisiasi Penyelesaian Sampah di Rumah Tangga, Ini Caranya

Info Kampus  
Kolam ikan warga Caturharjo yang diberi makan maggot hasil pengolahan sampah. (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (PKM UAD) menginisiasi membuat laboratorium untuk menyelesaikan masalah sampah pada tingkat rumah tangga di Kalurahan Caturharjo. Selain itu, juga menggandeng Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tim PKM UAD terdiri Adhitya Rechandy Christian, SE, MM, CFP (Ketua), Indro Prastowo, M Biotech; Poppy Laksita Rini, SE, MSc, CAPM; Hendro Kusumo Eko Prasetyo Moro, MSc; Rikha Muftia Khoirunnisa, SE, MSc, CLC; dan Suryana Hendrawan, SE, MBA, CDMP. Mereka melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kalurahan Caturharjo, Rabu–Kamis (9-27/12/2022).

BACA JUGA : Prestasi UAD di Tingkat Nasional dan Internasional Dapat Apresiasi LLDikti, Apa Saja?

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Adhitya Rechandy Christian menjelaskan Program PKM ini diinisiasi permasalahan sampah di Wilayah Yogyakarta. Permasalahan semakin meruncing saat ada penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Piyungan, Bantul. Akibat penutupan TPS, banyak timbunan sampah di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul.

 

Kabupaten Bantul, lanjut Adhitya, setiap hari menghasilkan sampah sebanyak 400 ton. Sedang kemampuan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mengelola sampah hanya sebesar 100 ton/ hari. Sehingga ada sampah 300 ton/hari yang tidak tertangani dan membutuhkan pengelolaan yang baik.

"Permasalahan tidak hanya tentang kapasitas jumlah sampah. Namun juga kebiasaan masyarakat yang masih fokus membuang sampah di TPS. Sehingga ke depan, sampah akan terus menumpuk dan permasalahan tidak akan selesai," kata Adhitya.

Hal itu memunculkan ide Tim PKM UAD membuat program untuk menyelesaikan masalah sampah di tingkat rumah tangga. Tim PKM UAD menggandeng BUMKal agar penyelesaian sampah bisa paripurna.

BACA JUGA : Dosen UMY Ajak Marbot Masjid Manfaatkan Potensi Sungai dengan Program 'Merti Kali', Ini Caranya

"Tim PKM UAD membuat Program Insentif Pengabdian Masyarakat yang terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tahun 2022 Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek). Tim PKM UAD juga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Pemerintah Kalurahan Caturharjo dan BUMKal Caturharjo menginisiasi pembuatan Laboratorium Pengelolaan Sampah Terpadu," kata Adhitya.

Adhitya mengharapkan model pengelolaan sampah ini dapat menjadi sarana pengelolaan berbasis BUMKal. Selain itu, juga menjadi sarana edukasi masyarakat untuk membuat sampah dapat selesai di tingkat Kalurahan.

Dijelaskan Adhitya, Model Laboratorium kreasi Tim PKM UAD adalah mengelola sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dikelola dengan kantong pilah dan dijual ke BUMKal. Sehingga sampah anorganik ini memberikan pendapatan bagi masyarakat.

BACA JUGA : Tiga Dosen UII Latih Warga Umbulmartani Olah Minyak Jelantah Jadi Solketal

Sedangkan sampah organik dikelola dengan model integrated farming yang memadukan pengelolaan sampah dengan pengelolaan lahan pertanian pekarangan dan peternakan terpadu. Sampah organik dikelola untuk pakan maggot atau belatung atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Selanjutnya, maggot digunakan sebagai pakan ikan serta air kolam ikan dimanfaatkan menyiram dan sekaligus sebagai pupuk tanaman.

Selain itu, kata Adhitya, sampah organik lainnya seperti daunan, sisa sayur dan kulit buah dimasukkan kedalam model kompos seperti ember tumpuk, losida, komposter. “Pengelolaan sampah terintegrasi ini diharapkan mampu mengolah sampah di tingkat rumah tangga. Sehingga sampah tidak lagi dibuang ke TPS,” kata Adhitya.

Sementara Lurah Carturharjo, H Wasdiyanto, SSi mengatakan pihaknya sangat mendukung program kemitraan dengan UAD ini. Wasdiyanto berharap ke depan sampah di wilayah Caturharjo dapat selesai di tingkat Kalurahan. “Hal tersebut sesuai dengan visi Kabupaten Bantul yaitu Bantul Bersih Sampah Tahun 2025 atau Bantul Bersama,” kata Wasdiyanto. (*)

BACA JUGA : Rektor UGM Berencana Kurangi Beban Administrasi Dosen, Ini Tujuannya

Tim PKM UAD: Rikha Muftia Khoirunnisa, Indro Prastowo, Hendro Kusumo dan Adhitya Rechandy (paling kanan). (foto : istimewa)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: [email protected]

Berita Terkait

Image

Dosen UNU dan UII Berkolaborasi Bantu Pengusaha Batik Miliki HaKI, Ini Tujuannya

Image

Dosen, Mahasiswa Lintas Prodi dan Perguruan Tinggi Garap Film 'Setan Alas', Ini Ceritanya

Image

Rektor UGM Berencana Kurangi Beban Administrasi Dosen, Ini Tujuannya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image