33 Perguruan Tinggi Ikuti Edu Expo SMAN 1 Pengasih Kulonprogo, Ini Tujuannya

Info Kampus  
Siswa SMAN 1 Pengasih antusias mencari informasi tentang program studi. (foto : heri purwata)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Sebanyak 33 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/S) mengikuti Edu Expo yang digelar SMAN 1 Pengasih, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka memperkenalkan fakultas dan program studi kepada siswa-siswi SMAN 1 Pengasih atau calon mahasiswa sehingga diharapkan bisa menjadi mahasiswanya.

Dra Vipti Retna Nugraheni MEd, Kepala SMAN 1 Pengasih mengatakan pihaknya sengaja mengundang perguruan tinggi untuk mengikuti Edu Expo digelar Hall Sekolah, Rabu (11/1/2023). Edu Expo ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi siswa-siswi SMAN 1 Pengasih tentang jurusan dan program studi bagi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedang yang ingin bekerja bisa meningkatkan ketrampilan dengan masuk ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

BACA JUGA : Dekan FKIP UAD : Guru Wajib Bangkitkan Siswa Belajar Itu Menyenangkan, Ini Tujuannya

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Lebih lanjut Vipti mengatakan Edu Expo ini mengangkat tema 'Dengan Edu Expo, Kita Tingkatkan Kemandirian Karier Peserta Didik Menuju Sukses Masa Depan.' SMAN 1 Pengasih terus berusaha meningkatkan kualitas siswa-siswinya. "Bukan hanya dari segi input dan output, tetapi juga outcome agar mereka bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," kata Vipti.

Edu Expo dua tahun terakhir, tambah Vipti, tidak hanya diikuti kelas XII, tetapi kelas XI dan X juga dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka diharapkan dapat memantapkan diri untuk melanjutkan studi dan sudah memiliki gambaran program studi apa yang akan dipilihnya.

"Sejak kelas X, mereka sudah memiliki gambaran untuk melanjutkan kuliah. Diharapkan dengan gambaran yang lebih awal, mereka akan dapat memilih dengan tepat perguruan tinggi mana, bidang apa, yang sesuai dengan bakat, passion dan minatnya," kata Vipti.

Menurut Vipti, bekerja sesuai dengan bakat, minat dan passion, biasanya akan lebih sukses dari pada mereka memilih bidang studi karena terpaksa, memilih karena dorongan orang tua. Sejak kelas X, anak-anak diharapkan sudah memiliki gambaran akan studi lanjut ke mana dan bekerja di bidang apa.

BACA JUGA : Mahasiswa 10 PTS di DIY Dilatih Berkolaborasi Selesaikan Masalah, Ini Programnya

Tahun 2022 lalu, kata Vipti, siswa-siswi SMAN 1 Pengasih yang masuk ke perguruan tinggi sebanyak 68 persen. Tahun 2023, Vipti mengharapkan sebanyak 75 persen siswa-siswi SMAN 1 Pengasih masuk ke perguruan tinggi.

Setelah Edu Expo, Vipti mengharapkan siswa-siswi SMAN 1 Pengasih sudah mantap dengan pilihan program studi. Selanjutnya, SMAN 1 Pengasih juga mengadakan ekstra kurikuler sesuai dengan bakat minat mereka, juga pelajaran untuk masuk ke perguruan tinggi.

"Setelah mereka selesai menempuh ujian sekolah, kami tetap mengadakan bimbingan terhadap siswa sesuai minat yang akan dia masuki di perguruan tinggi. Jadi setelah ujian sekolah selesai, tetapi kami mempersiapkan outcome SMAN 1 Pengasih secara optimal," tandas Vipti.

Siswa-siswi juga aka diklasifikasi secara global oleh Guru Bimbingan Konseling (BK). Misalnya, pemilihan bidang MIPA (Matematika Ilmu Pengetahuan Alam), bidang IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), dan bidang komputer.

"Kemudian kami akan mendatangkan tenaga ahli yang expert di bidangnya agar anak-anak lebih mantap mendapat gambaran. Sehingga upaya anak akan lebih optimal dalam mempersiapkan diri meraih cita-cita," katanya.

BACA JUGA : Motor Listrik Konversi, Inovasi Mahasiswa UII, Sabet Dua Gelar Juara di Lomba PLN ICE 2022

Kepala Balai Dikmen Kulonprogo, Heru Santoso SPd, MEng, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 1 Pengasih khususnya dan Kulonprogo pada umumnya. Heri juga memberikan apresiasi kepada Kepala SMAN 1 Pengasih yang telah menggelar Edu Expo 2023.

Pengenalan terhadap program studi, kata Heru, yang dimulai dari kelas X ini dapat memberikan gambaran terhadap siswa-siswi akan melanjutkan pendidikannya. "Sehingga perlahan, anak akan mengikuti pelajaran dengan baik, karena sudah memiliki cita-cita. Harapan kami, setelah lulus SMA, bisa melanjutkan pendidikan atau bekerja," kata Heru.

Peminatan program studi di perguruan tinggi, tambah Heru, sebaiknya dilakukan sejak awal, kelas X. Sedang pemantapannya dilaksanakan di akhir semester. "Kami mengharapkan agar perguruan tinggi yang mengikuti Edu Expo ini memberikan peluang kepada siswa-siswi SMAN 1 Pengasih mendapat prioritas bisa diterima," kata Heru.

Sementara Jesica Maharani, siswi SMAN 1 Pengasih mengatakan Edu Expo ini menambah wawasannya tentang program studi di perguruan tinggi. Ia juga mendapatkan informasi tentang prosedur pendaftarannya dan biaya selama kuliah.

"Saya mau masuk ke Administrasi Bisnis, di Universitas Terbuka. Persiapannya melakukan pendalaman materi kejuruan pada mata pelajaran Ekonomi dan Matematika," kata Jesica. (*)

BACA JUGA : Aplikasi S-POND, Detektor Kualitas Air Kolam untuk Hindari Kematian Massal Ikan, Inovasi Mahasiswa UGM

Vipti Retna Nugraheni, saat menyampaikan sambutan pembukaan Edu Expo. (foto : heri purwata)

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: [email protected]

Berita Terkait

Image

Pakar UGM: Lansia di DIY Butuh Pemberdayaan dan Pendampingan Sosial

Image

UII dan Kulonprogo Perpanjang Kerjasama Tingkatkan Kesejahteraan, Ini Caranya

Image

Jogjaversitas : RUU Sisdikanas Masih Banyak Kelemahan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image