Pakar Olahraga UNY : Manula Wajib Menjaga Kekuatan dan Daya Tahan Otot, Ini Tujuannya

Tips  
Latihan menjaga kekuatan dan daya tahan otot kaki. (foto : istimewa)

JURNAL PERGURUAN TINGGI -- Pakar Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Dr Ahmad Nasrulloh, SOr, MOr menyarankan agar manusia lanjut usia (Manula) selalu menjaga kekuatan dan daya tahan otot. Sehingga otot-otot tetap memiliki kekuatan dan daya tahan untuk menopang tubuh pada saat beraktivitas.

Dijelaskan Nasrulloh, seiring bertambahnya umur dan seseorang menjadi lanjut usia (Lansia) akan mengalami penurunan fungsi fisik, penurunan massa otot, penurunan kekuatan dan daya tahan otot. Selain itu, juga akan mengalami penurunan kardiorespirasi, peningkatan lemak tubuh, dan penurunan fungsi otak.

BACA JUGA : Prof Ahmad Nasrulloh, Menjadi Guru Besar Termuda UNY

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Penurunan fungsi fisik ini dapat menyebabkan terjadinya resiko jatuh pada Lansia. Sehingga Lansia dapat mengalami patah tulang, kecacatan, kelumpuhan, hingga kematian. "Karena itu, Lansia perlu diberikan model latihan yang menyenangkan agar tetap melakukan aktivitas fisik untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran ototnya," saran Nasrulloh pada pidato pengukuhan Guru Besar di UNY, Sabtu (6/5/2023).

Menurut Nasrulloh, selama ini rekomendasi latihan bagi Manula pada umumnya melakukan olahraga yang bersifat aerobik. Belum banyak Manula yang menyadari latihan kekuatan dan daya tahan otot sangat penting agar otot memiliki kekuatan dan daya tahan menopang tubuh pada saat beraktivitas.

Kata Nasrulloh, sebelum melakukan latihan yang lebih berat, Manula perlu melakukan latihan penguatan otot kaki. Sehingga kaki seorang Lansia mampu menopang tubuh saat melakukan jogging, bersepeda, senam aerobic dan olahraga lainnya.

BACA JUGA : Pakar UGM : Hindari Olahraga Pagi Saat Puasa, Ini Alasannya

Nasrulloh telah mengembangkan model latihan pembebanan yang menyenangkan bagi Lansia untuk menjaga kebugaran ototnya. Latihan yang dikembangkan adalah Model Latihan Fun Fitness. Model ini merupakan konsep latihan pembebanan yang dirancang khusus untuk Lansia. Sehingga Lansia mampu melakukan latihan yang menyenangkan dan sesuai kemapuannya.

"Fun Fitness merupakan model latihan yang dapat dilakukan di rumah masing-masing menggunakan alat-alat sederhana. Di antaranya, teraband agar latihan terasa lebih mudah dan menyenangkan," jelas Nasrulloh yang menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di UNY serta S3 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini.

Latihan Fun Fitness, tambah Nasrulloh, meliputi leg press, pulldown, abdominal, leg extention, chest press, russian twist, bicept curl, shourder press, laying leg curl, tricep, rowing, dan butterfly. Latihan Fun Fitness ini telah terbukti layak diterapkan dan terbukti secara signifikan efektif meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot pada Manula.

BACA JUGA : Berkolaborasi, Tips Psikolog UGM untuk Atasi Hustle Culture, Ini Penjelasannya

"Dengan kekuatan dan daya tahan otot yang baik, Lansia dapat beraktivitas secara normal tanpa mengalami gangguan musculoskeletal. Sehingga mampu hidup secara mandiri dan menikmati masa tuanya dengan bahagia," tandas Nasrulloh.

Prof Ahmad Nasrulloh merupakan Guru Besar termuda di UNY. Dosen Program Studi Ilmu Keolahragaan pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) ini meraih gelar jabatan fungsional tertinggi pada usia 39 tahun.

Pria kelahiran Magelang, 26 Juni 1983 ini menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ‘Model Latihan Fun Fitness untuk Meningkatkan Kekuatan dan Daya Tahan Otot pada Lansia.’ Ia memilih pidato ini agar para Manula yang semakin banyak jumlahnya ini dapat menjaga kesehatan masing-masing dan tidak membebani negara.

Mengutip data WHO, Nasrulloh mengatakan jumlah Manula di dunia cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2019, jumlah Manula mencapai satu miliar jiwa. Tahun 2030, diprediksikan jumlah Manula mencapai 1,4 miliar dan pada 2050 mencapai 2,1 miliar orang.

Sedang di Indonesia, kata Nasrulloh, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2019 jumlah Manula mencapai 25,9 juta jiwa. Kemudian tahun 2025 diproyeksikan sebanyak 33,7 juta jiwa dan tahun 2035 diperkirakan menjadi 48,2 juta jiwa. (*)

BACA JUGA : Ingin Turunkan Berat Badan? Ini Lima Tips Diet Sehat dari Ahli Gizi UGM

Ikuti informasi penting tentang berita terkini perguruan tinggi, wisuda, hasil penelitian, pengukuhan guru besar, akreditasi, kewirausahaan mahasiswa dan berita lainnya dari JURNAL PERGURUAN TINGGI. Anda juga bisa berpartisipasi mengisi konten di JURNAL PERGURUAN TINGGI dengan mengirimkan tulisan, foto, infografis, atau pun video. Kirim tulisan Anda ke email kami: [email protected].

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image